Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Siapapun yang hendak menjadi seorang pemimpin maka, harus punya semangat melayani. Demikian dikatakan Gubernur NTT dalam rilisnya, saat menghadiri Syukuran Purnabakti Dr.Petrus Keron,SE,MA. Bertempat di Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (10/9).

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, sebagai seorang yang telah kembali ke tanah kelahiran, harus bisa melayani dan memajukan daerahnya. Banyak orang berbicara tentang melayani. Akan tetapi, tidak tahu, arti melayani. Melayani dikatakan sempurna, bila memenuhi beberapa kriteria yaitu cerdas, peduli, berani.

“Cerdas dalam melayani memiliki tiga karakter yaitu pintar, mengingat dan dapat melakukan apa yang diingat. Hal yang dikerjakan dapat dievaluasi, perlu adanya perubahan-perubahan, sesuai dengan kondisi yang dialami. Orang pintar adalah, orang yang sempurna dalam membaca, mengingat, mengerjakan, mengevaluasi dan melahirkan ide-ide kreatif. Untuk perubahan yang lebih baik,” ungkap Gubernur NTT itu.

"Selanjutnya, peduli dalam melayani. Adalah kerelaan, apa yang dimiliki, untuk berbagi kepada orang lain. Hukum tertinggi peduli adalah, menyayangi orang lain, seperti menyayangi diri sendiri. Lalu, berani. Berani mengambil langkah, untuk bangun relasi bersama komunitas, untuk menyejahterakan orang banyak” imbuhnya.

“Banyak orang yang takut akan aturan dan menyusahkan orang lain. Hanya, untuk kepentingan komunitasnya. Aturan dibuat untuk, mewujudkan kehidupan kebersamaan, yang lebih baik. Tidak untuk, menyusahkan masyarakat“ tegas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Dr.Petrus Keron SE,MA mengapresiasi kehadiran Gubernur NTT, bersama rombongan. "Terima kasih atas kehadiran, Bapak Gubernur dan jajaran di Tanah Lamawolo. Dalam acara ucapan Syukur Purnabhakti saya, sebagai ASN. Ini adalah bentuk dukungan, bagi saya," sebut Petrus.

Kegiatan diawali, dengan misa syukur. Dipimpin oleh, Pastor Paroki Tana Boleng, Aloysius Dore,Pr. Dalam khotbahnya, Pastor Paroki Tana Boleng menyampaikan bahwa, setiap orang diutus. Semoga, kebenaran tetap ada dalam kata-kata dan kasih selalu ada, dalam hati.

“Makna diutus adalah, datang dari dan pergi untuk. Hal ini sesuai tema, dalam syukuran kali ini yaitu ‘Balek Gelawat Lewotana.’ Artinya adalah, saudara kami Petrus Keron, pergi dari Tanah Lamawolo, untuk menunaikan tugasnya, sebagai seorang ASN. Hingga tibalah pada masa Purnabakti, beliau kembali ke Tanah Lamawolo. Untuk mengabdi di tanah kelahiran, memajukan tanah Lamawolo," ujar Pastor.

Teruslah berkarya, untuk melaksanakan tugas-tugas utusan dan takutlah akan Tuhan. Karena, dengan takut akan Tuhan, kita akan menjadi orang yang betakwa dan beriman. Akan membuat kita, setia melayani.

Pada akhir misa syukur, Pastor Paroki mengungkapkan harapan-harapan masyarakat Lamawolo. Terkait permasalahan air bersih, di desa setempat. Selama ini, dilaksanakan secara swadaya. Oleh para pastor dan umat. Untuk itu, mereka berharap bantuan dari pemerintah, untuk mengatasi masalah ini. Sehingga, ketersediaan air bersih di Desa Lamawolo, tetap terjaga.

Misa syukur ditutup dengan, pemberian berkat dan ucapan syukur. Dari pastor kepada Dr.Petrus Keron dan keluarga.

Turut hadir dalam kegiatan ini, anggota DPR RI, Ibu Juli Laiskodat, Penjabat Bupati Flores Timur, anggota DPRD Provinsi NTT, para Staf Khusus Gubernur dan Staf Ahli, bersama beberapa Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT.

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia