Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Penanganan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

"Gunung Lewotobi mulai bereaksi sejak Bulan Desember yang lalu. Awalnya, dimulai dengan mengeluarkan dan melontarkan debu. Puncak erupsi kemudian terjadi pada tanggal 1 Januari 2024 sehingga membuat masyarakat harus mengungsi hingga saat ini" demikian gambaran umum Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi usai melaksanakan peninjauan dan penyerahan bantuan kepada para korban terdampak erupsi, Selasa (30/1/2024).

Dalam rapat koordinasi penanganan bencana siang itu di Aula Kantor Bupati Flores Timur, Penjabat Doris turut menyampaikan terima kasihnya mewakili masyarakat setempat. Disampaikan kepada seluruh pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi hingga aparat TNI dan Polri yang selalu sigap dan siap membantu langsung di lapangan.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mulai dari Kementerian Kesehatan untuk penanganan kesehatan. Juga kepada Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Pemerintah Provinsi NTT, anggota TNI dan Polri serta seluruh pihak mulai dari respon individual, yayasan, organisasi, lembaga keagamaan, organisasi pemuda, desa dan kecamatan semuanya yang turut membantu" sebut Doris Rihi.

Disampaikan bahwa, mereka melaluinya di awal tahun dengan penuh keterbatasan. Tetapi semuanya dapat dilalui dengan baik hingga saat ini, seiring berjalannya waktu berkat dukungan doa dan kebersamaan, perhatian dan bantuan dari seluruh pihak.

Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake juga menyebutkan kronologis bencana, dimulai pada tanggal 23 Desember 2023 dengan terjadinya letusan asap dan abu vulkanik. Selanjutnya, terjadi gemuruh besar ditanggal 31 Desember 2023 yang kemudian berdampak bagi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Hingga saat ini jumlah pengungsi sebanyak 6.269 orang. Data ini terus dipantau hingga tadi kita dapat meninjau langsung kondisi pengungsian. Tadi, kita dapat melihat lebih dekat dengan mengelilingi Gunung Lewotobi laki-laki khususnya aliran lahar yang berpengaruh dan berdampak pada desa terdekat," tambah Ayodhia.

Ditambahkan informasi tentang upaya pelayanan terhadap masyarakat dengan mendirikan pos kesehatan, dapur umum juga tenda-tenda pengungsian. Semuanya bias dimanfaatkan masyarakat terkena. Beliau kembali menyampaikan syukur atas nama pemerintah provinsi NTT dan masyarakat Flores Timur khususnya kepada pemerintah pusat yang telah berkenan optimal membantu.

"Tadi kita melihat wajah-wajah optimis dari para pengungsi yang ada, karena mereka juga mendapatkan perhatian terus dari pemerintah yang turun tangan langsung membantu kesulitan yang mereka hadapi. Sehingga, kita terus berharap agar erupsi ini semakin menurun dan dapat kembali normal agar masyarakat dapat kembali melaksanakan aktifitas seperti biasa," tutup Ayodhia.

Sementara itu Kepala BPBD, Letnan Jendral TNI Suharyanto,S.Sos,M.Si dalam sambutannya menyampaikan pentingnya akurasi penerima bantuan. Ia menegaskan agar dalam penyaluran bantuan kepada pengungsi terdampak harus tepat sasaran dengan melihat kebutuhan riil mereka.

"Untuk tadi yang terdampak pengungsi itu yang telah kita lihat, yaitu mereka yang telah meninggalkan rumahnya karena berjarak hanya empat kilometer dari Gunung Lewotobi. Hal itu menjadi prioritas kita. Kebutuhan para pengungsi tersebut harus lebih diperhatikan dan harus tepat sasaran,”pinta Suharyanto.

Lebih lanjut, menurutnya berkaca dari bencana erupsi ini kita dapat belajar untuk merumuskan apabila dikemudian hari terjadi bencana. Agar dapat kita perhitungkan dan kalkulasi secara seksama lagi terkait dengan kebutuhan dan dapat dibentuk tim untuk study penanganan lanjutan dalam bencana serupa. Harus dapat dipastikan lagi jalur evakuasi, menentukan rute titik kumpul dan arah jalan alternatif sehingga pengungsian bersama hewan ternak juga sudah bisa ditentukan.

Untuk diketahui, beberapa bantuan yang terdistribusi antara lain berupa dana siap pakai senilai Rp.250 juta. Ditambah makanan siap saji 3.000 pouch, tenda pengunsiaan 10 set, tenda keluarga 15 set, felbet 500 unit, genset 5 unit, light tower 10 unit, sembako 3.000 paket, hygenekit 300 paket, kasur lipat 300 buah matras 300 lembar, slimut 300 lembar, biskuit protein 1000 paket, susu bayi 300 paket bubur bayi, 300 pakaian mata 500 paket, air mineral 300 dos dan sabun cair sebanyak 300 botol.

Turut hadir dalam kegiatan itu Plh.Deputi ll Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sorni Paskah Daeli, Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, Komandan KOREM  Kolonel Infantri Febriel Buyung Sikumbang, unsur Forkopimda Provinsi NTT bersama Forkopimda Kabupaten Flores Timur, Kadis Sosial NTT, Yosef Rasi, kepala pelaksana BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.

 

Kepala BNPB Tinjau Masyarakat Terdampak Erupsi Lewotobi

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake,SH,MDC mendampingi Kepala Badan Nasional Pengelola Bencana (BNPB), Letnan Jendral TNI Suharyanto,S.Sos,M.Si meninjau langsung lokasi pengungsian dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi laki-laki, Selasa (30/1/2024).

Peninjauan dan penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada beberapa titik. Dimulai dari lokasi pengungsian di Desa Konga, dilanjutkan peninjauan ke pos pemantauan aktifitas erupsi Gunung Lewotobi laki-laki dan lokasi pengungsian di Kecamatan Wulanggitang.

Kepala BNPB, Letnan Jendral TNI Suharyanto, dalam arahan singkatnya kepada masyarakat pengungsian menyampaikan tujuan dari peninjauan itu. Ia ingin melihat langsung sejauhmana penanganan bagi masyarakat pengungsi terdampak erupsi Gunung Lewotobi laki-laki serta mengecek langsung kondisi di lapangan.

"Saya bersama Bapak Penjabat Gubernur beserta rombongan datang ke sini untuk melihat langsung sejauhmana penanganan bagi masyarakat pengungsi terdampak erupsi ini. Dan, mudah-mudahan ini bisa segera dilalui," ujar Letjen Suharyanto.

Lebih lanjut disampaikan beberapa bawaan bantuan untuk membantu meringankan sebagian kebutuhan masyarakat terdampak. Untuk kekurangan lainnya akan diupayakan pemenuhannya. Terinformasikan juga bahwa, aktivitas erupsi Gunung Lewatobi mulai berangsur menurun. Pengamatan statusnya dari hari ke hari semakin menurun sehingga diharapkan, masyarakat terdampak bisa segera kembali ke rumah masing-masing melaksanakan aktifitas mereka seperti sedia kala.

"Kita bersyukur, per hari ini yang tadi statusnya Awas menurun menjadi Siaga. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat bisa turun kembali Normal dan Bapak Ibu sekalian bisa kembali beraktivitas. Untuk itu saya tetap menghimbau bagi masyarakat terdampak untuk tetap menjaga disiplin. Jangan ada yangg kembali ke rumah dulu. Sehingga, semua bisa aman dan jika sudah menurun kondisinya, Bapak dan Ibu masyarakat sekalian bisa kembali beraktivitas," begitu himbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur NTT mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat melalui Kepala BNPB yang hadir langsung di lokasi bencana. "Pertama-tama, kami atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobu Laki-laki mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya. Juga ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah yang begitu tinggi, dikarenakan Bapak Presiden menyampaikan salam melalui Kepala BNPB dengan membawa bantuan untuk kebutuhan kita semua khususnya para pengungsi yang ada disini. Dan, beliau menjamin kalau ada yang kurang agar dipersilahkan untuk disampaikan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ayodhia Kalake menyampaikan bahwa, Pemerintah siap membantu, yang penting kita semua disiplin. Tadi sudah disampaikan, walaupun statusnya sudah turun tetapi dimohon untuk tetap disiplin dan waspada serta tidak boleh kembali ke rumah sampai statusnya kembali normal," ulang Ayodhia.

Pria berdarah Adonara itu juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama kondisi pasca erupsi. Agar diperhatikan kesehatan masing-masing, saling memperhatikan di tempat pengungsian. Beliau kemudian mengajak semua yang hadir untuk tidak melupakan doa, agar alam pun berkenan cepat pulih.

Oce Witin, salah-satu warga pengungsian juga berkesempatan berinteraksi. Ia menyampaikan terima kasih dan syukurnya mewakili warga untuk bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB juga seluruh instansi pemerintah yang telah memberikan perhatian melalui bantuan-bantuan selama ini.

"Tentunya limpah terima kasih kepada Tuhan, karena melalui tangan-tangan Tuhan yang baik, yakni melalui Bapak-Bapak sekalian yang boleh datang melihat kami secara langsung dan memberikan bantuan kepada kami. Harapan kami, kiranya erupsi dapat berlalu dan kami semua dapat kembali ke rumah dan melakukan aktivitas kami semua seperti biasa" demikian ucap Bapa Oce.

Bantuan Keluarga Beresiko Stunting di Raknamo

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Ayodhia G. L. Kalake, SH,MDC bersama Ibu Ketua Penggerak PKK, Sofiana Milawati Kalake menghadiri dan menyerahkan bantuan bagi keluarga beresiko stunting di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang pada Hari Sabtu (20/1). Demikian rilis yang kami terima.

Dalam kesempatan ini Penjabat Gubernur mengajak semua pihak, termasuk seluruh perangkat daerah terkait dan lembaga vertikal untuk berkolaborasi dalam penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur, khususnya di kabupaten Kupang. Disampaikan, untuk penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kerja kolaborasi dengan seluruh unsur terkait lainnya sebagai mitra kerja, agar lebih memudahkan dan mempercepat proses penanganan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Kegiatan itu akan menjadi sebuah pilot project. Diharapkan, dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang terindikasi potensial dengan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Dampaknya dapat dilihat dari gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau kerdil dari standar usianya. 

“Kami sampaikan bahwa kami membawa telur, ikan, kambing etawa dan ayam petelur. Diharapkan, keluarga yang terindikasi stunting bisa mendapatkan asupan gizi dengan bantuan seperti ini,” ucap Ayodhia.

Ayodhia juga memberi pesan kepada perangkat daerah terkait agar kegiatan ini dapat dievaluasi. Dilakukan pemantauan secara berkala dan rutin, sehingga dapat secara berkelanjutan dilakukan perbaikan jika ada kekurangan kemudian diadopsi ke tempat lain.Lebih lanjut, Ayodhia berpesan kepada Camat, Kapala Desa dan Ibu-Ibu semuanya agar kambing dan ayamnya jangan di potong namun dikembangbiakan. Semoga dapat menghasilkan susu dan telur yang merupakan sumber protein yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Agar kambing dan ayamnya dikembangbiakan, karena susu dan telur yang dihasilkan merupakan sumber protein yang baik bagi anak-anak kita. Saya juga menghimbau kepada kita semua yang ada, agar bisa menanam sayur dan buah-buahan di pekarangan yang ada. Membantu menambah asupan gizi dan nutrisi bagi keluarga kita juga," tambahnya.

Bupati Kupang, Korinus Masneno pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT khususnya kepada Pj. Gubernur NTT dan juga Ibu Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT.  Ia mengatakan bahwa suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Kupang dan masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya masyarakat Oefeto Timur, Desa Raknamo atas kehadiran dan arahan dari Pj. Gubernur pada moment tersebut.

Korinus juga menyampaikan gambaran penanganan Stunting di Kabupaten Kupang. Disebutkan bahwa angka Stunting tercatat mencapai 34 persen pada Tahun 2019 . Namun, hari ini berada pada posisi 12 persen, dibawah target nasional dengan jumlah manusia yang terkena stunting kurang lebih 3.800 orang.

"Penanganan gizi, penanganan SDM di Kabupaten Kupang mesti terus kita bangun bersama. Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi NTT, TNI, POLRI dan mitra kerja terkait. Agar segala kekurangan yang ada dapat kita atasi bersama," demikian sebut Bupati Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT, dr. Iien Andriyani, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, Kasus stunting di NTT masih tinggi. Disebutkan jumlahnya mencapai  35,5% menurut SSGI dan 15,7% dari data e-PPGBM. Namun ia juga mengatakan berdasarkan perhitungan apapun itu, NTT masih mempunyai Kasus Stunting. Ia juga mengatakan, hasil survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada Tahun 2022, dimana NTT memiliki index kualitas keluarga Nomor dua terendah di Indonesia. Disebutkan, sudah menjadi tugas Pemerintah bersama dengan mitra kerja terkait lainnya termasuk pihak Perguruan Tinggi untuk saling berkolaborasi mengatasi permasalahan tersebut.

“Pemerintah perlu melakukan upaya dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan keluarga beresiko, Intervensi Gizi dan kolaborasi pentahelix antara pihak swasta, institusi pendidikan, masyarakat dan media. One team one family merupakan perwujudan dari upaya-upaya tersebut dimana sebuah keluarga beresiko stunting akan diintervensi dari segala arah oleh Pemerintah," jelas Kadis P3A Provinsi NTT.

“Perguruan tinggi yang paling aktif di Desa Raknamo adalah Poltekkes Kemenkes kupang. Kolaborasi melalui kegiatan one team one family ini sudah dimulai pada akhir Tahun 2022 bersama tiga pihak, yaitu Poltekkes Kemenkes Kupang, Yayasan Seribu Hari dan Yayasan Oksitosin. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan seperti Bimtek Champion Gender yang memberi motivasi dan mendampingi masyarakat di Desa Raknamo. Ada juga pendampingan keluarga beresiko Stunting berupa peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, bantuan Jamban Sehat, bantuan higiene sanitasi, alat-alat komunikasi, informasi dan media. Keterlibatan PKK bersama kader dan bidan desa serta pengurus KB sebagai team pendamping keluarga juga memperkuat kolaborasi ini,” tambah dr. Iien.

Penjabat Gubernur NTT bersama rombongan kemudian melakukan kunjungan langsung ke rumah salah-satu warga di Desa Raknamo yang terdampak Stunting. Didampingi Bupati Kupang, Pj. Gubernur NTT serta Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT memberikan langsung bantuan berupa paket Sembako seperti beras, telur ayam, mie instan, minyak goreng kepada keluarga tersebut. Dalam kunjungan itu Ayodhia kembali menegaskan dan menginstruksikan langsung kepada Bupati Kupang beserta jajaran untuk selalu rutin memantau kondisi anak di desa-desa terdampak Stunting.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Muhammad Ali Ulath, S.Pi,M.Si, Asisten Administrasi Umum NTT Samuel Halundaka, Plt kepala BKKBN NTT Elsa Pongtuluran, Pimpinan Perangkat Daerah baik dari Lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT Bidang Ekonomi Pembangunan Richie Wibisono, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT Bidang Komunikasi Masyarakat dan Budaya, Prof. Alo Liliweri, Camat Amabi Oefeto Timur Romelton Funai, Kepala Desa Raknamo Augusto Fernandes.

Pj. Gubernur Lepas Benih Ikan Nila di Bendungan Raknamo

Usai melaksanakan kegiatan di Kantor Desa Raknamo dan mengunjungi rumah warga terdampak Stunting di desa tersebut, Pj. Gubernur dan rombongan juga menyempatkan diri untuk melakukan pelepasan benih Ikan Nila di Bendungan Raknamo. Bibit Ikan Nila yang dilepaskan simbolis oleh Pj. Gubernur serta rombongan sejumlah 2.000 ekor dari jumlah total 6.000 ekor. Dari jumlah tersebut 5.000 ekor merupakan bantuan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang dan 1.000 ekor sisanya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.

Kepala Desa Raknamo Augusto Fernandes, pada kesempatan terpisah sangat mengapresiasi pelepasan benih ikan yang dilakukan oleh Pj. Gubernur dan menyampaikan bahwa tujuan diadakannya penyebaran benih ikan ini adalah untuk menjaga keseimbangan lingkungan/ekosistem perairan di Bendungan Raknamo serta menambah ketersediaan stok ikan di Bendungan Raknamo sebagai upaya ketahanan pangan.

"Kami masyarakat Desa Raknamo mengapresiasi kepedulian dari Bapak Penjabat Gubernur NTT. Semoga kegiatan pelepasan benih ini bermanfaat untuk meningkatkan peran ekosistem di Bendungan Raknamo yang seimbang serta keberadaan ikan Nila ini jelas akan memberikan manfaat baik bagi ekosistem dan baik juga bagi ketahanan pangan," ungkap Augusto.

Tinjau RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH,MDC pada Hari Rabu (10/1) berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang yang berlokasi di Jalan Mohammad Hatta Nomor 19, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. 

Pemetaan JPT

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC secara resmi membuka Acara Pemetaan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, Selasa (9/1/2024). 

Mall Pelayanan Publik Di Bajawa

Penjabat Gubernur NTT akan menerbitkan surat edaran kepada para bupati dan walikota, untuk bisa belajar, melakukan studi banding pelayanan publik di Kabupaten Ngada saja. Tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain.

Pj Gubernur Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Lewotobi

Pada hari Kamis, 4 Januari 2024 Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH,MDC berkesempatan meninjau lokasi terdampak bencana alam Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur. Tinjauan ini dimaksudkan untuk memantau secara langsung dampak bencana alam akibat aktivitas vulkanik (erupsi) gunung tersebut juga bertemu langsung dengan masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan ini Pj.Gubernur NTT didampingi Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB RI Lilik Kurniawan, Penjabat Bupati Flores Timur Doris Rihi, dan Kepala Pelaksana BPBD NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Sosial NTT Yosef Rasi serta Staf Khusus Pj. Gubernur NTT Bidang Sosial Politik, Dr.Ahmad Atang.

Penjabat Gubernur juga meninjau langsung posko-posko siaga darurat, memberikan bantuan bagi para korban terdampak bencana alam. Kemudian, beliau menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat yang mengungsi.

"Jadi dengan situasi bencana alam Erupsi Gunung Lewotobi ini Pemerintah cepat tanggap untuk memberikan perhatian, baik itu dari Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB dan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Kita sama-sama memberikan bantuan, logistik maupun anggaran yang dibutuhkan," jelas Penjabat Gubernur saat itu.

"Pada intinya kita semua prihatin, karena bencana alam memang tidak dapat kita duga. Saat ini kita juga dibantu teman-teman dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung yang datang untuk memantau situasi perkembangan Erupsi Gunung Lewotobi ini. Secara teknis kita serahkan kepada mereka. Namun, kita juga terus mengantisipasi bila adanya erupsi lanjutan," tambah Ayodhia.

Penjabat Gubernur juga mengatakan perhatian dan bantuan akan diberikan sepenuhnya kepada para pengungsi. "Yang kita harapkan agar kondisi pengungsi di sini dapat diperhatikan dengan baik dan maksimal terkait tenda, makan dan minum serta hal-hal terkait kebutuhan lainnya. Ada juga pengungsi yang berkebutuhan khusus seperti ibu menyusui, bayi termasuk para balita yang tentu akan kita perhatikan dengan baik," jelas Ayodhia.

Penjabat Bupati Flores Timur Doris Rihi dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas bantuan dari BNPB RI dan Pemerintah Provinsi NTT. 

"Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan dari BNPB RI serta Pemerintah Provinsi  NTT. Kami sangat bersyukur, ini merupakan bagian dari kehadiran Pemerintah untuk memberikan dukungan dan bantuan masyarakat yang terdampak bencana. Ini juga memberikan kami semangat, bahwa kami tidak sendiri dalam situasi yang sulit tetapi ada pihak-pihak yang hadir untuk senantiasa membantu," begitu sebut Doris.

Adapun Bantuan yang diberikan dari BNPB RI diantaranya Bantuan DSP Operasional sebesar Rp.250.000.000. Dilengkapi  dengan Paket Sembako sebanyak 500 Pcs, Hygine Kit sebanyak 250 box dan masker sebanyak 20.000 Pcs. 

Bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT diantaranya anggaran operasional sebesar Rp 150.000.000. Ditambah beberapa bantuan lain diantaranya beras 3,6 ton, Air mineral 50 dos, ikan kering 90 kg, bahan pembersih (sabun mandi batang) 250 pak, bahan pembersih (sabun cair pencuci perabot) 100 buah, pasta gigi 100 buah, popok bayi 15 pak, sabun cuci pakaian (sabun detergen daia 800gr) 50 buah, shampo bayi 30 botol, sikat gigi 200 buah, bahan makanan anak (bubur sun) 100 paket, handuk latihan 300 buah, lampu senter 2 buah, sendal lab 300 pcs, terpal 15 buah, pembalut wanita 100 pak, pakaian dalam wanita 100 set, pakaian dalam laki-laki 50 set, pakaian harian (kaos tanpa kerak) 500 pcs, kasur 70 lembar.

Untuk diketahui, data yang diterima berdasarkan laporan situasi oleh BPBD Provinsi NTT per tanggal 2 Januari 2024 pada pukul 16.00 Wita disebutkan lokasi terdampak diantaranya yaitu Kecamatan Wulanggitang (Desa Nawakote, Desa Boru, Desa Hokeng Jaya dan Desa Klatanlo) serta Kecamatan Ile Bura (Desa Dulipali dan Desa Nobo).

Selanjutnya disebutkan juga, tidak ada Korban Jiwa Meninggal, Luka-luka dan Hilang. Jumlah warga terdampak yang mengungsi dalam pendataan sementara berjumlah 1.493 Jiwa.

Dalam Laporan Situasi tersebut juga disebutkan beberapa titik pengungsian. Disebutkan antara lain berada di Wilayah Boru yakni Kantor Camat Wulanggitang sebanyak dua tenda pegungsi. Sementara yang berada di SDK Kemiri, SMPN Wulanggitang dan Polsek masing-masing satu tenda pengungsi. Sisanya, berada di Koperasi Remaja Hokeng dan korban lainnya menyebar di rumah penduduk secara mandiri.

Penjabat Gubernur NTT Berbagi Kasih

“Hari ini adalah hari yang membawa kebahagiaan, suka cita, kedamaian bagi kita semua. Ijinkan saya pada kesempatan ini mengucapkan Selamat Natal, menyambut Tahun Baru 2024. Semoga Damai Natal membawa kesejahteraan bagi kita semua.”

Open House Natal

"Pada kesempatan ini, ijinkan saya, Ayodhia G. L. Kalake sebagai Penjabat Gubernur NTT,  atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan juga Forkopimda yang hadir mengucapkan, Selamat Natal kepada seluruh Umat Kristiani di NTT." 

Evaluasi P3DN Bersama BI

Untuk mendukung Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), setiap Pemerintah Daerah diwajibkan menerapkan ketentuan belanja minimal 40 persen produk dalam negeri. Hal ini dipertegas dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan P3DN dan Produk Usaha Mikro.

Perlunya Peningkatan Investasi

“Dengan ruang fiskal daerah yang terbatas, salah-satu upaya yang mesti terus kita lakukan ke depan adalah meningkatkan jumlah dan nilai investasi. Investasi memiliki multiplier efek  karena dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang kita miliki, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan dan berbagai dampak ikutan lainnya.”

NTT Raih IGA 2023

Bertempat di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada  Hari Selasa (12/12/2023) digelar Acara Innovative Government Award (IGA) 2023. Acara ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas, seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota penerima penghargaan.

Presiden Resmikan Gereja Katedral Kupang

Presiden RI, Joko Widodo berkesempatan meresmikan Gereja Katedral Kristus Raja Keuskupan Agung Kupang pada Hari Rabu, 6 Desember 2023. Dalam acara peresmian Gereja Katolik itu, Presiden Jokowi turut didampingi Manteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Kosmas Lana dan Penjabat Walikota Kupang Fahrensy Funay.

Jokowi Resmikan SPAM Kali Dendeng

Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di Kota Kupang, Presiden Joko Widodo juga berkesempatan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng yang terletak di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak pada Hari Rabu (06/12/2023),  Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri PUPR RI Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC dan Penjabat Walikota Kupang Fahrensy P. Funay, SE, M.Si.

Presiden Serahkan Bantuan Pangan

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake mendampingi Presiden Joko Widodo saat meninjau dan menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Gudang Bulog Tenau, Kupang pada Hari Rabu (6/12/2023).

Jokowi Resmikan RSUP dr. Ben Mboi

“Dengan memohon ridho, berkat dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini saya resmikan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Ben Mboi Kota Kupang Provinsi NTT,” Demikian disampaikan Presiden RI, Joko Widodo saat meresmikan RSUP dr. Ben Mboi pada Rabu (6/12/2023). 

Sedon Lewa Papa Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Lagu Daerah asal Lembata berjudul Sedon Lewa Papa dinyanyikan dengan lantang oleh Paduan Suara Siswa SMKN 5 saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi di halaman sekolah mereka. Presiden RI ketujuh itu tiba di sekolah vokasi negeri Kupang, didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya serta Pj.Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake bersama Pj. Walikota Kupang Fahrensy Funay pada Rabu (6/12/2023). 

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia