Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Setelah mengunjungi Kabupaten Lembata, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kembali melanjutkan rangkaian Kunjungan Kerja Daratan Flores, ke Kabupaten Flores Timur, Sabtu (10/9). Tepatnya, di Pulau Adonara.

Dalam kunjungan kerja ke Adonara, Gubernur melaksanakan Rapat Kerja bersama Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kabupaten Flores Timur. Memilih tempat di Pantai Wisata Ina Burak, Desa Nihaone, Kecamatan Ile Boleng.

Dalam rapat kerja tersebut, Gubernur meminta Pemerintah Daerah Flores Timur menyiapkan program. Mulai dari Penjabat Bupati, camat, kepala desa, agar dapat menyiapkan program pengembangan sorgum, jagung dan kelor.

"Harus disiapkan, dengan baik. Mulai dari luas lahannya, hingga pupuk dan benih yang dibutuhkan. Saya ingin, Kabupaten Flores Timur adalah penggerak utama, pengembangan sorgum, jagung dan kelor," begitu kata Gubernur.

"Saya juga mau agar tahun depan, di Flores Timur sudah dilaksanakan panen. Jagung dengan luas 15.000 Hektar, Sorgum 15.000 Hektar dan Kelor 100.000 Hektar. Jadi, kita siapkan semua dengan baik. Kita kerjakan itu, teratur dan terorganisir. Satu minggu dari sekarang, sudah ada perencanaan luas lahan, pupuk dan bibit yang dibutuhkan," tambah Gubernur.

"Ini semua kita lakukan bersama, sejalan dengan Presiden Jokowi, dalam menghadapi krisis pangan dunia. Terima kasih juga kepada beliau, yang sudah mengingatkan kita terhadap hal itu. Karena dengan adanya krisis pangan maka, sudah pasti harga pangan juga akan melonjak," lanjut Gubernur.

Gubernur juga meminta para kepala desa, agar alokasi anggaran untuk desa itu dipakai untuk pemberdayaan masyarakat. Sehingga, bisa tekan angka kemiskinan. "Angka kemiskinan Flotim sejauh ini, berada pada angka 11 persen. Kalau kerja dengan baik maka, bisa turun lagi di angka lima persen. Maka, dana desa harus dipakai, untuk program pemberdayaan masyarakat. Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Koli menginginkan dibentuknya Tim Pangan Daerah. Untuk, terus memantau, pengembangan tiga komoditi tersebut. Ia menjelaskan, untuk tiga komoditi tersebut dapat didesain dengan efektif. Dimulai dengan penanaman jagung, kemudian dilanjutkan dengan sorgum. Beberapa titik lahan, pada jagung dan sorgum pun bisa ditanami kelor. Hal ini, untuk efisiensi dan sangat efektif.

Pada tempat yang sama, juga dilakukan Penyerahan CSR oleh Bank NTT. Diserahkan kepada Pemerintah Flores Timur. CSR berupa satu unit dump truk sampah, senilai Rp.510 juta. Juga, penyerahan bantuan hibah Pemerintah Flores Timur. Untuk, pembangunan Gereja St.Petrus Stasi Lewokeleng, sebesar Rp.20juta.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga pernyataan sikap dari para kepala desa se-Kabupaten Flores Timur. Tiga pernyataan diutarakan. Pertama, apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, Gubernur NTT dan Bupati Flores Timur atas perhatiannya, terhadap pembangunan di Kabupaten Flores Timur; Kedua, Kepada Bapak Presiden, Gubernur NTT dan Bupati Flores Timur, berkenan mencabut moratorium pemekaran daerah dan penetapan rancangan undang undang daerah otonomi baru, Kabupaten Adonara yang penetapannya tertunda selama ini; dan Ketiga Terima kasih atas atensi Bapak Presiden RI, Gubernur dan Bupati yang telah merencanakan kebijakan, terkait dana operasional pemerintah desa, yang bersumber dari dana desa.

Dari Pantai Wisata Ina Burak, Desa Nihaone, Gubernur VBL bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan. Kunjungan ke Lokasi Tanaman Holtikultura Wailolong, Desa Lewokeleng, Kecamatan Ile Boleng.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan menuju Desa Lamahala Jaya. Untuk melaksanakan acara tatap muka, bersama masyarakat. Sebagian besar mereka, berprofesi sebagai nelayan. Pada pertemuan tersebut, Gubernur juga menjelaskan mengenai model penangkapan terukur. Digagas oleh Kementerian Perikanan.

"Kabupaten Flores Timur dengan Lembata dan Alor, akan menjadi daerah dengan model penangkapan terukur. Digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Total investasinya, mencapai Rp.70 Triliun. Kita akan berdayakan nelayan kita dan juga dengan kerja sama yang baik," pungkas Politisi NasDem itu.

 

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia