Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Wakil Gubernur NTT, Drs.Josef Nae Soi,MM mengatakan, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba haruslah dilakukan dengan sinergitas semua pihak. Agar dapat mewujudnyatakannya, secara masif. Bukan hanya pihak BNN dan Pemerintah, juga penegak hukum saja. Tetapi, semua komponen termasuk masyarakat.

Demikian dikatakannya, saat membawakan sambutan dalam  Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Mewujudkan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) di Provinsi NTT. Dilaksanakan di Hotel Swissbel Court Kupang, pada Kamis (04/08/2022).

“Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, tentunya ini adalah ‘upaya perang’ untuk menyelesaikan masalah. Masalah narkoba bukan masalah biasa. Pengaruhnya sangat buruk dalam kehidupan sosial. Membawa dampak negatif. Degradasi generasi muda. Harus dibasmi bersama. Maka harus kolaborasi dan ini bukan tugas Badan Narkotika Nasional (BNN) saja. Tetapi sinergitas antara kita semua. BNN, TNI /Polri, Pemerintah, Lembaga Swasta dan juga masyarakat,” tegas Wakil Gubernur.

Wagub Josef juga menegaskan bahwa, untuk memerangi narkoba harus benar-benar sampai hingga akar masalahnya. “Narkoba ini harus dibasmi hingga akarnya. Saya maksudkan dibasmi adalah, dicegah dan diberantas. Karena dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba ini berakibat buruk pada tatanan sosial. Memicu masalah kesehatan dan juga bahkan kematian banyak orang,” ucap beliau

“Kita juga harus peka, terhadap lingkungan sekitar kita. Mengontrol dengan baik, pergaulan anak-anak atau generasi muda kita. Mereka paling sering, mudah atau rentan untuk terjerumus dalam lingkaran buruk narkoba. Awasi pergaulan mereka, agar jangan menyimpang. Mengingat, perubahan paradigma di era kemajuan teknologi  dan keterbukaan informasi saat ini cukup pesat. Sehingga, generasi muda perlu selalu diingatkan. Untuk jangan pernah tergiur, dengan hal negatif seperti narkoba ini,” ungkap Wagub Nae Soi.

Beliau mengungkapkan, upaya pencegahan dan penyalahgunan narkoba juga terdapat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Bertujuan untuk, menjamin ketersediaan narkotika, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; Mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan Narkotika; Memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan Menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalah guna dan pecandu Narkotika.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengajak kepada masyarakat, untuk merubah pandangan terhadap para pengguna narkoba. “Kalau dulu pengguna narkoba kita anggap sebagai penjahat. Maka saat ini, kita harus menganggap mereka sebagai korban, atau orang sakit. Mereka memang berada dalam dua dimensi permasalahan, yaitu pelaku kriminal dan orang sakit. Terhadap mereka, solusinya adalah dipulihkan, melalui rehabilitasi secara komprehensif. Mulai dari tahap rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, sampai dengan proses re-integrasi sosial,” jelas Wagub.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol.Raden Nurhadi Yuwono mengatakan BNN terus bersinergi. Menitikberatkan pada, implementasi Rencana Aksi Kementerian dan Lembaga bersama pemerintah daerah. Hal ini didasarkan pada Instruksi Presiden (INPRES) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024. Langkah tersebut, untuk mewujudkan Indonesia BersiNar (Bersih Narkoba). Itu dilakukan melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Ia menjelaskan, terdapat  tiga strategi dalam pendekatan P4GN. Keempatnya yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach.  Soft Power Approach adalah tindakan preventif, untuk membentuk ketahanan diri serta daya tangkal, terhadap penyalahgunaan narkoba. Dengan menekankan pada bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi. Sementara itu, hard power approach, merupakan tindakan represif melalui aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur. Dalam penanganan jaringan sindikat narkoba. Serta smart power approach yaitu, melakukan penanggulangan permasalahan narkoba dengan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi, memaksimalkannya di era digital.

 

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia