Hot News

Warta Biro PBJ

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

"Secara umum posisi PT Jamkrida NTT bagus dan sehat. Hal-hal yang menjadi persoalan di masa lalu juga terus kita bereskan. Perusahaan ini sudah berada pada jalur yang benar (on the right track)." 

Demikian sebut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida NTT yang berlangsung di Kantor PT Jamkrida NTT, pada Rabu malam(11/3/2026).

Hadir dalam rapat Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Wuisan, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi H. Nange, Kepala Biro Hukum, Odemarks Sombu, Plt. Direktur Utama, Frits O. Fanggidae, Plt. Direktur Operasional Ferdinand Lerrick, bersama notaris.

Rapat membahas sejumlah agenda penting, diantaranya laporan tahunan perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahun buku 2026. Ikut didiskusikan beberapa usulan strategis terkait pengelolaan keuangan dan penguatan tata kelola PT Jamkrida NTT.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menyampaikan penguatan internal. Pemerintah Provinsi NTT mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini untuk memperluas jangkauan pelayanan ke luar daerah. Salah-satu peluang yang sedang dijajaki adalah ekspansi layanan penjaminan ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Jamkrida NTT, Frits Fanggidae, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan menunjukkan tren positif. Pada tahun buku 2025, BUMD ini mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT sebesar lebih dari Rp7,5 Miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan menargetkan peningkatan signifikan terhadap kinerja keuangan pada tahun 2026, dengan dividen hingga sekitar Rp.15 Miliar. Untuk mencapainya, laba bersih perusahaan diproyeksikan dapat mencapai kisaran Rp.25 Miliar.

Optimisme itu juga didukung dengan rencana tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp.21 Miliar. Hasil audit Inspektorat, PT Jamkrida NTT dinilai telah memenuhi syarat untuk menerima tambahan penyertaan modal.

Dengan pambahanan modal, kapasitas penjaminan perusahaan diperkirakan akan meningkat signifikan. Proyeksinya dapat meningkatkan kapasitas penjaminan sekitar Rp.400 hingga Rp.500 Miliar. Dengan total ekuitas sekitar Rp185 Miliar, maka kapasitas penjaminan bisa mencapai  Rp.5 Triliun.

Sebagai gambaran, realisasi volume penjaminan PT Jamkrida NTT pada tahun 2025 telah mencapai sekitar Rp3,7 Triliun.

Selain penguatan permodalan, perusahaan juga terus mengembangkan sistem layanan berbasis digital. Saat ini, layanan penjaminan proyek telah terhubung secara daring dengan seluruh  kabupaten dan kota di NTT sehingga proses penerbitan sertifikat penjaminan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Model layanan ini juga akan menjadi dasar strategi ekspansi ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Melalui kerja sama dengan Gapensi, layanan penjaminan dapat diakses tanpa harus membuka kantor cabang baru.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, manajemen PT Jamkrida NTT optimis dapat mencapai target bisnis tahun 2026, termasuk meningkatan volume penjaminan dan kontribusi dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Analis Kebijakan Ahli Muda
Hidup Yang Tidak Diperiksa Ulang, Tidak Pantas Dihidupi (Sokrates, 470-399 SM)

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia