Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Bertempat di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, pada Kamis (15/9), dilaksanakan kegiatan Panen Perdana Pembenihan Jagung Hibrida Bima 14 Batara. Dalam rilis yang diterima, disebutkan lokasi panen berada di atas lahan seluas delapan hektar.

Kegiatan panen simbolis tersebut dilakukan oleh, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe. Ikut bersama mereka, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

Untuk diketahui, lahan panen tersebut merupakan bagian dari Pengembangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Pola Kemitraan, dikerjakan oleh Kelompok Tani Bunga Tani Sejahtera. Direncanakan, luas lahannya akan dikembangkan lagi, menjadi 30 hektar.

Jagung yang diproduksi, awalnya ditanam menggunakan bibit varietas Bima 14 Batara. Induk jantan jenis Mr 15 dan induk betina N5, dengan pola tanam 1 Larik : 4 Larik. Menggunakan jarak tanam 20 cm x 70 cm. Jagung yang dipanen itu, juga ditanam pada Bulan Mei, Tahun 2022 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky Frederich Koli, dalam sambutannya mewakili Gubernur NTT menjelaskan. Bahwa, kegiatan panen jagung hari itu, merupakan momentum bersejarah. Sejarah dalam produksi benih jagung, di Nusa Tenggara Timur.

"Ini adalah sejarah. Bahwa, pertama kali kita panen, pembenihan jagung hibrida. Ini supaya, kita tidak membeli benih lagi, dari luar. Merupakan wujud kemandirian kita, dalam bidang pertanian. Walaupun, skalanya masih delapan hektar. Kita juga memberi apresiasi, karena akan dikembangkan lagi menjadi 30 hektar, di sini," begitu jelas Lecky.

"Produksi benih ini akan dibawa ke Sumba. Untuk dikembangkan di sana. Dari lahan delapan hektar ini, bisa menghasilkan 15 ton benih. Untuk dikembangkan pada lahan, dengan luas seribu hektar. Kita juga harapkan, para petani bisa mengembangkan tanaman hortikultura lainnya. Seperti cabe, bawang dan sayuran. Untuk juga, membantu memenuhi kebutuhan pasar, bagi masyarakat, karena lahan di sini cukup luas," pinta Lecky.

Pada tempat yang sama, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, turut memberikan apresiasi. Kepada, para petani jagung itu.

"Ini kerja luar biasa dari para petani, untuk memulai produksi jagung di wilayah ini. Terima kasih kepada Kelompok Tani, Bunga Tani Sejahtera. Ini baik, karena kita bisa panen bibit hibrida. Kita akan dukung lagi, untuk dikembangkan menjadi 30 hektar, dengan bantuan sumur bor," ujarnya.

"Program TJPS ini sudah berjalan baik, di Kabupaten Kupang. Kita harus bisa kerja lagi, dengan lahan yang lebih besar lagi. Kita didukung dengan, lahan kabupaten yang sangat luas luas dan kemauan kerja petani yang tinggi. Maka, kita bisa kembangkan TJPS di Kabupaten Kupang. Itu bisa capai 30.000 hektar sampai 60.000 hektar. Kita harus berani dan optimis, untuk kelola lahan dengan luas seperti itu," tambah Bupati.

Markus Bani, salah seorang anggota Kelompok Bunga Tani Sejahtera, diberi waktu berbicara. Markus bersyukur, seraya ikut memberi apresiasi, atas dukungan dari dinas teknis.

"Terima kasih, untuk dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi NTT. Dengan bantuan dua unit mesin pompa air, (sewa pakai) yang kami gunakan selama ini. Kedepannya, kita membutuhkan dukungan tambahan lagi, untuk dikembangkan menjadi 30 hektar," demikian kata Markus.

 

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia