Lulusan SMK Boleh KUR
Setiap siswa SMK yang lulus dan mau berusaha dapat diberi akses modal berbunga rendah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk itu, lulusan SMK harus terus meningkatkan keterampilan, melihat peluang menjadi enterprenuer.
Hal itu disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat mengunjungi SMK Negeri 5 Kota Kupang pada Kamis sore (5/3). Kunjungan kali ini untuk menghadiri kegiatan Pendampingan OSOP (One School, One Product) yang dilaksanakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat NTT bertema "Inovasi dan Branding OSOP."
OSOP merupakan salah-satu program strategis Pemerintah Provinsi NTT untuk mentransformasikan pendidikan vokasi agar lebih relevan, produktif dan memiliki nilai ekonomi nyata bagi daerah. Melalui OSOP, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi pusat produksi dan inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi lokal serta mencetak wirausahawan muda.
Pemeritah NTT terus menggelorakan OSOP, agar sumber daya peserta didik kejuruan untuk teknologi maupun bidang potensial lain seperti pertanian, peternakan terus dilatih dengan sentuhan inovasi. Menambahkan keterampilan khusus dengan manajemen yang baik, hingga mampu memproduksi kualitas terbaik agar bernilai, diserap masyarakat luas.
Dalam kunjungan, Gubernur meninjau ruang praktik siswa pada Program Keahlian Teknik Otomotif dan Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan serta Desain Komunikasi Visual.
Pada Program Keahlian Teknik Otomotif, Gubernur menyaksikan para siswa melaksanakan praktikum pada mesin mobil, sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis keterampilan. Sementara pada Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Gubernur memantau kegiatan siswa merakit dan memasang panel-panel surya, memanfaatkan energi matahari atau energi radiasi menjadi energi listrik serta sistem pembangkit listrik tenaga bayu (angin).
Untuk diketahui, SMK Negeri 5 Kota Kupang memiliki sembilan program keahlian dengan produk barang atau jasanya masing-masing. Teknik Perawatan Gedung (produk sofa & Kursi dari bahan bekas), Teknik Elektronika (produk RFID) dan Desain Komunikasi Visual (Jasa Cetak Gelas, Baliho, Baju serta fotografi).
Ada juga Desain Pemodelan Informasi Bangunan (jasa gambar denah rumah), Teknik Otomotif (Jasa Otomotif), Konstruksi Perawatan Bangunan Sipil (jasa layanan teknis dan karya fisik bangunan), Teknik Energi Terbarukan (panel surya), Teknik Pengelasan Fabrikasi Logam (meja, gantungan pakaian, mimbar), Teknik Ketenagalistrikan (jasa instalasi listrik).
Gubernur menegaskan bahwa pendidikan vokasi berperan sebagai ruang masa depan, untuk mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan teknologi. Melalui pendidikan vokasi, selain bekal pengetahuan, siswa juga dibubuhi kompetensi teknis yang memungkinkan mereka siap bekerja, berwirausaha dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
