Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Topik katalog lokal dibahas siang ini. Dimulai dengan, pengenalan konsep pengadaan barang dan jasa pemerintah. Merupakan lanjutan kegiatan penumbuhkembangan kewirausahaan nasional pagi tadi, Kamis (25/8/2022).

Kegiatan ini bertujuan, mengkoordinasi dan mengakselerasi program-program pengembangan kewirausahaan nasional. Menjadi, satu program atau gerakan besar, di level nasional. 

Untuk sesi panel ini dimoderatori Ady Mandala, Kabid Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Tiga narasumbernya berasal dari LKPP RI, Biro PBJ NTT dan salah-satu penyedia jasa marketpalce.

Agung Ismail, Penelaah Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa LKPP, tampil pertama. Pada prolognya, Agung mengenalkan cara pengadaan barang dan jasa pemerintah. Baik melalui penyedia, maupun secara swakelola. Begitu tekniknya, menyamakan frekuensi dengan peserta kegiatan.

Per 8 Agustus 2022, NTT tercatat memiliki belanja pengadaan sebesar Rp.2,7 Triliun. Kota Kupang sebesar Rp.555 Milyar dan Rp.10,5 Triliun pada 21 Kabupaten se-NTT. Lebih jauh, peserta diajak melek digital. Untuk, memudahkan akses belanja.

Potensi belanja yang besar itu, ternyata belum diimbangi dengan jumlah UMKM yang terlibat. Data LKPP menunjukan, tingkat partisipasi pelaku usaha kecil, dalam pengadaan pemerintah secara elektronik masih rendah. Kecil, jika dibandingkan dengan jumlah UMKM di Indonesia. 

Saat yang sama, data tersebut turut menunjukan, sektor Koperasi dan UKM berpeluang, sangat besar. Untuk memperluas pasar. Melalui, keterlibatan mereka, sebagai penyedia dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pemateri berikut, memulai dengan upaya meyakinkan.

“Tugas saya meyakinkan. Bahwa kegiatan ini, akan sangat bermanfaat buat bapak dan ibu sekalian. Mari, bergabung dalam katalog lokal. Kami akan bentuk, Tim Satuan Tugas Khusus Katalog Lokal, untuk membantu bapak dan ibu,” begitu ucap Bambang Sage.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NTT itu, kemudian menjelaskan regulasi teknis. Terkait percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Belanja melalui Koperasi dan UKM.

Digambarkan juga, perkembangan katalog lokal di NTT. Secara umum, saat ini telah ada 14 etalase, dalam katalog kita. Empat dari 14 etalase tersebut, sudah tayang produk. Keempatnya adalah alat tulis kantor, makanan-minuman, pakaian dinas-kain tradisional dan jasa cleaning service.

Keseluruhannya, baru 67 UMKM yang terlibat dalam belanja digital pemerintah ini. Dengan total 1.062 jenis produk. Sedikit, disentil juga toko daring.

Sejak pagi hari, Tim LPSE Biro PBJ NTT, telah memfasilitasi registrasi akun SPSE. Pemenuhan data para pelaku Koperasi dan UKM pada SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia). Agar, bisa daftar dan tayang (onboarding) produk mereka. Onboarding, dalam platform digital pemerintah.

Panitia juga membekali peserta, dengan menghadirkan narasumber dari penyedia jasa marketplace. Jack Loloin, Co-Founder Trinity Academia. Ia menjelaskan, peluang dalam pemanfaatan platform online. Untuk, meningkatkan omset usaha.

100 orang peserta, menjadi sasaran kegiatan sehari ini. Mereka adalah, 70 wirausahawan binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu dan 30 wirasuaha binaan Balai POM.  Akhirnya, peserta dipandu untuk tayang dalam katalog lokal. Sebagian lagi, mendaftar dalam sistem pengadaan secara elektronik. Sukses, untuk rekan-rekan Koperasi dan UKM.

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia