Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Sebarkan ilmu Samakan persepsi (Se’i Sapi) kali ini, diperluas. Diperluas melalui, Kegiatan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dari Kupang pagi ini, Selasa (6/9).   

Hadir dalam kegiatan sehari ini, empat pemateri dan moderator, asal Biro PBJ NTT. Yanes Panie,S.STP,M.Pub.Pol dimoderatori,Sofi Messakh,SE. Materinya, Perencanaan Pengadaan. Kemudian, Jans Zacharias Sibu,SE dan Lucius Luly,S.STP,MA. Membahas, Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021. Pun, beleid turunannya. Dilanjutkan oleh Frans Johannes,S.Sos,M.Si bersama Demy Ku,SH.

Sebelumnya, acara dibuka Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa NTT, Siprianus Kelen,S.Sos,M.Si. Beliau juga membawakan materi. Judulnya, Sosialisasi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa NTT. Tugas dan fungsi biro. Kebijakan percepatan pengadaan barang dan jasa, mendukung pembangunan di daerah. Capain kinerja dan penghargaan yang diraih.

Hadir, lebih dari seratus pelaku pengadaan. Para Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan (PP). Termasuk, para anggota kelompok kerja pemilihan dan fungsional PBJ, di lingkungan perangkat daerah Provinsi NTT.

Pada sesi pertama, mencuat topik pelaksanaan sharing dana. Diskusi seputar, efek kebijakan refocusing dan redesign anggaran. Kejelasan, alokasi fiskal dan lokasi penerima manfaat. Juga, antisipasi dari ekses pasca kenaikan harga BBM.

Topik terkait e-purchasing, juga muncul. Respon peserta tentang, penerapan Katalog elektronik Lokal, BeLa Pengadaan dan Marketplace. Lapak Dekra dan mitra Toko Daring lainnya. Industri kreatif, berbasis digital. Teknis, rencana umum pengadaan dan penganggaran. Hingga, Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Menyukseskan Gerakan Nasional, Bangga Buatan Indonesia.

Perwakilan inspektorat, hadir dengan hasil riviu mereka. Terhadap, pelaksanaan, pemenuhan, 40 persen Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Secara nasional, akan langsung diumumkan Presiden Jokowi, September ini. Diingatkan, P3DN tidak hanya untuk barang saja. Tetapi, juga untuk pekerjaan jasa dan konstruksi. Diusulkan, bimtek lanjutan, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 

Pada sesi tatap muka kedua, dibahas teknis regulasi terkait pemilihan, melalui penyedia. Sesuai Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021. Lebih khusus, tentang barang dan jasa lainnya. Setidaknya, sebelas bagian perubahan dibahas. Membedakan, dengan ketentuan sebelumnya.

Enam penanggap berpartisipasi dalam sesi ini. Satu diantaranya, beroleh buku. Hadiah. Disiapkan, narasumber. Abdurachman Djawas mendapatkan, hadiahnya. Setelah, melewati pertimbangan serius panitia. Foto bersama, penanggap aktif. Seluruh peserta kegiatan bersemangat. Tetap fokus, melewati sesi siang, hingga sore hari. Penguin dance, awali sesi ini. Selingan gerak berirama, peregangan, meningkatkan fokus. Dipakai, dalam metode belajar orang dewasa. 

Pada sesi ketiga, dibawakan materi lanjutan. Lebih diamati, jenis pengadaan konstruksi dan konsultansi. Sebuah kuis, disampaikan. Lima pertanyaan, singkat. Hasilnya, ditabulasi, dalam rentang nilai tertentu. Menyimpulkan, tiga kelompok manusia, tipe kepribadian. Quitters, Campers dan Climbers.

Lebih jauh, dibahas juga pengendalian kontrak. Bagaimana menangani perbedaan kondisi lapangan, Force Majure, peristiwa kompensasi dan kesalahan penyedia jasa. Lalu, empat skema penanganan kontrak. Bisa dengan jalan penghentian kontrak, perubahan kontrak, pemberian kesempatan atau pemutusan kontrak.

Kegiatan ini menyasar, meningkatkan kapasitas, sumberdaya manusia pelaku pengadaan. Pemahaman lanjutan, perubahan anyar, norma pengadaan barang dan jasa pemerintah. Seturut, Peraturan Presiden terakhir, bernomor 12 di Tahun 2021. Termasuk, regulasi turunannya.

Sisi lebih teknis, esoterik, dibahas besok. Particularized. Dalam bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa, melalui swakelola. Akan dibahas tuntas. Dari tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Untuk, empat tipe swakelola yang sudah dikenal.

Dalam era disruptif ini, ragam regulasi pun, dinamis. Sosialisasi bertujuan, menambah pengetahuan. Meningkatkan pemahaman para pelaku pengadaan. Agar, seluruh proses pengadaan barang dan jasa tidak menyalahi aturan. Dapat dilaksanakan secara efektif, efisien dan akuntabel. Sejak, tahap perencanaan, persiapan sampai dengan pelaksanaan pengadaan. Meminimalisir, terjadinya kesalahan prosedur. Jumpa lagi, besok. 

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia