Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk gencar melakukan pemberdayaan masyarakat dengan program pembangunan, terkhususnya dalam penanganan stunting, kemiskinan ekstrim dan pengendalian inflasi. Demikian dikatakan beliau pada Rapat Kerja Gubernur bersama Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Tengah di Waibakul, Minggu (9/10).

"Kita ini harus bertekad kuat, melakukan pekerjaan untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat. Maka targetnya adalah ada hasil yang jelas dan nyata serta ada manfaat besar. Saya tekankan jangan kerja asal-asalan. Kita semua ini pemimpin di tengah masyarakat harus punya visi yang jelas dan kerja nyata," tegas Gubernur.

"Saya lihat Kabupaten Sumba Tengah ini mulai bertumbuh dengan baik. Walaupun tercatat sebagai salah-satu kabupaten miskin di NTT, tetapi saya lihat mulai bertumbuh perlahan. Dengan capaian data-data pembangunan seperti penurunan angka stunting di kabupaten ini maka saya apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Terima kasih atas pencapaian itu. Saya senang juga karena stunting di NTT saat ini sudah turun hingga 18 persen. Saya mau agar angka stunting ini harus terus kita turunkan," kata Gubernur.

"Provinsi NTT ini setiap tahun memiliki investasi anggaran sebesar 42 triliun Rupiah dari APBD. Kita harus manfaatkan dengan maksimal untuk, kelola anggaran itu dengan produktifitas yang tinggi serta efektif. Itu ciri khas orang yang tekad kuat. Walaupun dengan anggaran yang sedikit tetapi bisa kerja maksimal," tambah beliau.

"Tahun depan itu kita akan masuk dalam krisis pangan dan energi. Oleh karena itu, Presiden meminta kami para Gubernur untuk melakukan percepatan pembangunan dalam kesiapan menghadapi krisis pangan dan energi tersebut. Maka itu saya terus melakukan rapat kerja di setiap kabupaten agar kita ada dalam satu kesatuan gerakan," jelasnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meminta agar pengembangan program pemerintah di masyarakat harus ditingkatkan lagi. Diantaranya, pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) untuk mengentaskan kemiskinan serta budidaya hortikultura untuk membantu pengendalian inflasi.

 

"Untuk itu maka, kita manfaatkan dengan baik semua lahan yang dimiliki sehingga produktifitas bisa maksimal. Dalam menghadapi krisis pangan, bukan hanya produktivitas beras saja. Tetapi, juga dengan  pengembangan sorgum yang diminta langsung Bapak Presiden untuk dikembangkan lebih lanjut di NTT," jelasnya.

Gubernur VBL juga terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan Program TJPS dan hortikultura.

"Alokasi Dana Desa untuk BLT itu tidak harus sampai 40 persen. Bisa juga kita masukan dalam program TJPS dan ini kita lakukan untuk membantu menekan angka kemiskinan. Asalkan, masyarakat mau ikut bekerja dalam program TJPS ini. Anggaran dari dana desa juga bisa kita masukan dalam pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan hortikultura contohnya cabe dan bawang. Ini akan sangat membantu dalam pengendalian inflasi," katanya.

Terkait dengan Program TJPS untuk mengatasi masalah kemiskinan, Gubernur meminta agar data masyarakat miskin harus diperhatikan, juga dengan kesiapan lahan mereka. Ini dimaksudkan agar, masyarakat miskin yang masih tergolong usia produktif dapat ikut ambil bagian dalam Program TJPS. Sehingga, akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat tersebut.

Gubernur juga mengharapkan agar setiap pimpinan di kabupaten harus menjadi tim yang solid dalam pembangunan. Dimulai dari Bupati bersama Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Desa. Hal ini menjadi penting dalam menggerakan program kerja di lapangan bersama masyarakat. Terutama dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan pendukungnya.

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia