GMKI Harus Menjadi Lentera Perubahan
“Momentum Dies Natalis ke-76 GMKI hari ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan peluncuran buku Lentera Perubahan. Ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi bukti bahwa kader GMKI terus berpikir, menulis dan berkarya bagi daerah dan bangsa.”
Demikian penyampaian Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menghadiri Launching Buku GMKI ‘Lentera Perubahan’ dan Ibadah Syukuran Dies Natalis GMKI ke-76 Tahun yang berlangsung di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi, Senin (9/2).
Gubernur Melki mengapresiasi inisiatif GMKI Cabang Kupang yang menghadirkan karya intelektual melalui buku berisi Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang. Menurutnya, di tengah tantangan literasi dan arus pragmatisme, pilihan untuk menulis dan membukukan gagasan merupakan langkah strategis dan visioner.
Sejak kelahirannya 76 tahun lalu, GMKI telah menempatkan diri sebagai lentera di tengah bangsa, menerangi ruang-ruang gelap ketidakadilan, kemiskinan dan krisis moral melalui gagasan dan pelayanan kadernya. Ditegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi jejak sejarah dan rekam pemikiran kader GMKI dalam merespons realitas sosial.
Dalam refleksi usia ke-76 GMKI, Gubernur menyampaikan bahwa organisasi harus semakin dewasa, bijak dan mapan dalam sikap serta perbuatan. Lebih lanjut, Gubernur mengajak GMKI untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Terlibat dalam mendorong transformasi ekonomi NTT melalui berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi NTT seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), NTT Mart dan Gerakan Beli NTT.
Sementara itu, Cabang GMKI Kupang, Usi Andraviani Laiya menyampaikan bahwa buku Lentera Perubahan lahir dari pergumulan iman dan realitas sosial yang dihadapi kader GMKI. “Buku ini adalah persembahan iman dan budaya bagi NTT. Ia lahir dari kegelisahan melihat kemiskinan, ketidakadilan dan berbagai persoalan sosial di sekitar kita. Harapannya buku ini dapat mendorong dan memotivasi, saling berbagi untuk generasi muda NTT,” ujarnya.
Perwakilan senior GMKI, Winston Neil Rondo yang turut menjadi penulis dalam buku tersebut menambahkan bahwa buku ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk diperjuangkan. “GMKI dilahirkan dari kegelisahan melihat Gereja dan masyarakat. Karena itu kita membutuhkan kader yang jelas sikapnya dan berintegritas dalam mendukung perjuangan organisasi,” tegasnya.
Buku Lentera Perubahan kini telah tersedia dan dapat diakses melalui NTT Mart dengan harga Rp150.000 per eksemplar. Diharapkan kehadiran buku ini menjadi awal dari gerakan literasi kader GMKI serta memperkuat peran organisasi dalam membangun NTT.
Kegiatan ber tema ‘Berubahlah, Temukan Kasih Allah dalam Kehidupan’ itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, Ketua Cabang GMKI Kupang, jajaran Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang bersama para senior dan kader.
