Hot News

Warta Biro PBJ

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Hari ini, Rabu (31/8/2022), hari terakhir Yani Lakisina berkantor. Secara resmi, dia akan pensiun besok. Mengakiri kebersamaan dinasnya, dengan seluruh rekan Biro PBJ NTT.

Besok, Yani tidak harus berkantor lagi. Yani, boleh, tidak lagi menyentuh finger absen. Dia, tidak lagi apel pagi. Bapa Yani, tidak perlu menyetir lagi. Setelah, 16 Tahun menjadi PNS. 35 Tahun, menjadi driver.

“Saya ini, hanya tamat Sekolah Dasar. Saya datang dari Sumba, tidak bawa apa-apa. Saya, hanya bisa bawa (menyetir) oto (mobil),” begitu kata Pria asal Waibakul itu, mengenang. Tatapannya jauh.

Yani Lakisina, kemudian bercerita. Cerita awal, menjadi seorang ASN Pemerintah Provinsi NTT. Saat itu, dia diminta membantu, menjadi juru mudi. Berawal di kantor Bappeda, Tahun 1987. Penghasilan seratus ribu rupiah, perbulan. Dibayar, setiap tiga bulan. Hingga, kuartal pertama 2006, diangkat menjadi PNS. Gajinya, dimulai dari, tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Nama-nama pimpinan yang pernah dilayani, tersebutkan. Beberapa diantaranya, sudah almarhum.

“Seumur hidupnya saya itu, belum pernah merayakan ulang tahun. Makanya, Beta rasa sedih sekali. Begitu…” Sebut kabag empat itu, dalam Aksen Kupang, bercampur Sumba. Direkam seorang sahabat kami, usai perayaan hari lahirnya 18 Agustus lalu.

Siang ini, mata pria sederhana itu terlihat lebih sipit. Biasanya juga begitu, saat tertawa. Nampak, dia berusaha tetap tersenyum. Menutup wajah trenyuh, bahagia. Rambutnya, sudah banyak berubah warna. Siang ini, kelihantan, lebih sedikit.

Sebagai atasan langsungnya, saya diberi waktu berkata-kata. Mengenang kebersamaan kami, saya mengucapkan terima kasih. Maaf, untuk banyak salah dan kurang. Lalu, membacakan Kitab Amsal. Refleksi, mengenal pribadinya. Pada ayat pertama, pasalnya yang ke dua puluh dua.

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas,” begitu bunyi nats tersebut.

Cincin emas, tanda hati kami, disematkan pada jari manisnya. Sebuah kuntum, menyusul. Bingkai ucapan selamat, lalu pigura bergambar Bapa Yani, dibuka. Diserahkan Siprianus Kelen, mewakili seluruh rekan sejawat, Biro PBJ NTT. Semua bersorak. Tepukan tangan, menutup beberapa suara isak.

Pemandu acara, atasan langsung, pembawa doa. Semua bicara dengan suara nyaris hilang. Haru. Terdengar parau suara kami. Beberapa kata, tidak begitu jelas terucap. Ada jeda yang panjang, terutama saat doa.

Anggelina Sudi,S.Th menutup doa. Anggel, membawa seluruh isi hati kami. Dalam, saat teduh itu. Semua yang baik, dipanjatkan untuk Pak Yani. Juga, buat anak, istri dan keluarganya di Sumba.

Kali ini, Vocal Grup PalPale absen. Waktu istirahat terbatas. Jam 13.00 Wita, terjadwal agenda lain. Mulanya, mereka merencanakan untuk bernyanyi. Lagu dengan judul “Sampai Jumpa.” Lagu yang dinyanyikan Endank Soekamti. Sempat viral di Tik-Tok, dua bulan lalu.

Mereka, tidak jadi bernyanyi. Tidak juga dance, manis, sopan semua. Mereka, tidak lagi menyita waktu makan. Tidak juga, mengambil waktu bicara Bapa Yani. Kami, senang semua. Menuju, waktu makan bersama. Tetap Sehat, Bapa Yani. Jangan menangis lagi.

 

Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Analis Kebijakan Ahli Muda
Hidup Yang Tidak Diperiksa Ulang, Tidak Pantas Dihidupi (Sokrates, 470-399 SM)

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia