Warta Biro Barjas

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Ayodhia G. L. Kalake, SH,MDC bersama Ibu Ketua Penggerak PKK, Sofiana Milawati Kalake menghadiri dan menyerahkan bantuan bagi keluarga beresiko stunting di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang pada Hari Sabtu (20/1). Demikian rilis yang kami terima.

Dalam kesempatan ini Penjabat Gubernur mengajak semua pihak, termasuk seluruh perangkat daerah terkait dan lembaga vertikal untuk berkolaborasi dalam penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur, khususnya di kabupaten Kupang. Disampaikan, untuk penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kerja kolaborasi dengan seluruh unsur terkait lainnya sebagai mitra kerja, agar lebih memudahkan dan mempercepat proses penanganan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Kegiatan itu akan menjadi sebuah pilot project. Diharapkan, dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang terindikasi potensial dengan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Dampaknya dapat dilihat dari gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau kerdil dari standar usianya. 

“Kami sampaikan bahwa kami membawa telur, ikan, kambing etawa dan ayam petelur. Diharapkan, keluarga yang terindikasi stunting bisa mendapatkan asupan gizi dengan bantuan seperti ini,” ucap Ayodhia.

Ayodhia juga memberi pesan kepada perangkat daerah terkait agar kegiatan ini dapat dievaluasi. Dilakukan pemantauan secara berkala dan rutin, sehingga dapat secara berkelanjutan dilakukan perbaikan jika ada kekurangan kemudian diadopsi ke tempat lain.Lebih lanjut, Ayodhia berpesan kepada Camat, Kapala Desa dan Ibu-Ibu semuanya agar kambing dan ayamnya jangan di potong namun dikembangbiakan. Semoga dapat menghasilkan susu dan telur yang merupakan sumber protein yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Agar kambing dan ayamnya dikembangbiakan, karena susu dan telur yang dihasilkan merupakan sumber protein yang baik bagi anak-anak kita. Saya juga menghimbau kepada kita semua yang ada, agar bisa menanam sayur dan buah-buahan di pekarangan yang ada. Membantu menambah asupan gizi dan nutrisi bagi keluarga kita juga," tambahnya.

Bupati Kupang, Korinus Masneno pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT khususnya kepada Pj. Gubernur NTT dan juga Ibu Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT.  Ia mengatakan bahwa suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Kupang dan masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya masyarakat Oefeto Timur, Desa Raknamo atas kehadiran dan arahan dari Pj. Gubernur pada moment tersebut.

Korinus juga menyampaikan gambaran penanganan Stunting di Kabupaten Kupang. Disebutkan bahwa angka Stunting tercatat mencapai 34 persen pada Tahun 2019 . Namun, hari ini berada pada posisi 12 persen, dibawah target nasional dengan jumlah manusia yang terkena stunting kurang lebih 3.800 orang.

"Penanganan gizi, penanganan SDM di Kabupaten Kupang mesti terus kita bangun bersama. Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi NTT, TNI, POLRI dan mitra kerja terkait. Agar segala kekurangan yang ada dapat kita atasi bersama," demikian sebut Bupati Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT, dr. Iien Andriyani, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, Kasus stunting di NTT masih tinggi. Disebutkan jumlahnya mencapai  35,5% menurut SSGI dan 15,7% dari data e-PPGBM. Namun ia juga mengatakan berdasarkan perhitungan apapun itu, NTT masih mempunyai Kasus Stunting. Ia juga mengatakan, hasil survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada Tahun 2022, dimana NTT memiliki index kualitas keluarga Nomor dua terendah di Indonesia. Disebutkan, sudah menjadi tugas Pemerintah bersama dengan mitra kerja terkait lainnya termasuk pihak Perguruan Tinggi untuk saling berkolaborasi mengatasi permasalahan tersebut.

“Pemerintah perlu melakukan upaya dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan keluarga beresiko, Intervensi Gizi dan kolaborasi pentahelix antara pihak swasta, institusi pendidikan, masyarakat dan media. One team one family merupakan perwujudan dari upaya-upaya tersebut dimana sebuah keluarga beresiko stunting akan diintervensi dari segala arah oleh Pemerintah," jelas Kadis P3A Provinsi NTT.

“Perguruan tinggi yang paling aktif di Desa Raknamo adalah Poltekkes Kemenkes kupang. Kolaborasi melalui kegiatan one team one family ini sudah dimulai pada akhir Tahun 2022 bersama tiga pihak, yaitu Poltekkes Kemenkes Kupang, Yayasan Seribu Hari dan Yayasan Oksitosin. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan seperti Bimtek Champion Gender yang memberi motivasi dan mendampingi masyarakat di Desa Raknamo. Ada juga pendampingan keluarga beresiko Stunting berupa peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, bantuan Jamban Sehat, bantuan higiene sanitasi, alat-alat komunikasi, informasi dan media. Keterlibatan PKK bersama kader dan bidan desa serta pengurus KB sebagai team pendamping keluarga juga memperkuat kolaborasi ini,” tambah dr. Iien.

Penjabat Gubernur NTT bersama rombongan kemudian melakukan kunjungan langsung ke rumah salah-satu warga di Desa Raknamo yang terdampak Stunting. Didampingi Bupati Kupang, Pj. Gubernur NTT serta Pj. Ketua TP PKK Provinsi NTT memberikan langsung bantuan berupa paket Sembako seperti beras, telur ayam, mie instan, minyak goreng kepada keluarga tersebut. Dalam kunjungan itu Ayodhia kembali menegaskan dan menginstruksikan langsung kepada Bupati Kupang beserta jajaran untuk selalu rutin memantau kondisi anak di desa-desa terdampak Stunting.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Muhammad Ali Ulath, S.Pi,M.Si, Asisten Administrasi Umum NTT Samuel Halundaka, Plt kepala BKKBN NTT Elsa Pongtuluran, Pimpinan Perangkat Daerah baik dari Lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT Bidang Ekonomi Pembangunan Richie Wibisono, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT Bidang Komunikasi Masyarakat dan Budaya, Prof. Alo Liliweri, Camat Amabi Oefeto Timur Romelton Funai, Kepala Desa Raknamo Augusto Fernandes.

Pj. Gubernur Lepas Benih Ikan Nila di Bendungan Raknamo

Usai melaksanakan kegiatan di Kantor Desa Raknamo dan mengunjungi rumah warga terdampak Stunting di desa tersebut, Pj. Gubernur dan rombongan juga menyempatkan diri untuk melakukan pelepasan benih Ikan Nila di Bendungan Raknamo. Bibit Ikan Nila yang dilepaskan simbolis oleh Pj. Gubernur serta rombongan sejumlah 2.000 ekor dari jumlah total 6.000 ekor. Dari jumlah tersebut 5.000 ekor merupakan bantuan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang dan 1.000 ekor sisanya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.

Kepala Desa Raknamo Augusto Fernandes, pada kesempatan terpisah sangat mengapresiasi pelepasan benih ikan yang dilakukan oleh Pj. Gubernur dan menyampaikan bahwa tujuan diadakannya penyebaran benih ikan ini adalah untuk menjaga keseimbangan lingkungan/ekosistem perairan di Bendungan Raknamo serta menambah ketersediaan stok ikan di Bendungan Raknamo sebagai upaya ketahanan pangan.

"Kami masyarakat Desa Raknamo mengapresiasi kepedulian dari Bapak Penjabat Gubernur NTT. Semoga kegiatan pelepasan benih ini bermanfaat untuk meningkatkan peran ekosistem di Bendungan Raknamo yang seimbang serta keberadaan ikan Nila ini jelas akan memberikan manfaat baik bagi ekosistem dan baik juga bagi ketahanan pangan," ungkap Augusto.

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia