Hot News

Warta Biro PBJ

Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT

Hasil survei kinerja satu tahun pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Johanis Asadoma sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mencapai angka 80,5%. Survei Voxpol Center Research and Consulting tersebut dilakukan secara kuantitatif, melalui wawancara tatap muka, menggunakan kuesioner terstruktur sejak tanggal 5 hingga 14 Januari 2026. 

Sebanyak 800 responden terlibat dalam sebaran proporsional pada 22 kabupaten dan kota di NTT. Teknik multistage random sampling digunakan dengan margin of error pada kisaran 3,47 persen.

Ditemukan, mayoritas fokus perhatian responden ada pada sektor prioritas seperti ekonomi, kesejahteraan, infrastruktur dan layanan dasar. Masyarakat juga menyampaikan harapan mereka, untuk peningkatan layanan juga sarana prasarana pada bidang pendidikan maupun kesehatan.

Pangi Syarwi Chaniago selaku Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting mengutarakan hal itu dalam Diskusi Publik bertempat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta, Jumat (13/2). Pendiri lembaga riset politik ini mengungkapkan pandangan positifnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang secara aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat, memantau percepatan program kerja.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena hadir langsung sebagai narasumber utama, bersama para penanggap Ade Reza Hariyadi dan Rafnel Azhari. 50 peserta ambil bagian dalam diskusi itu diantaranya, 30 jurnalis media cetak maupun online nasional bersama 20 orang mahasiswa dan warga diaspora. Diskusi publik ini sekaligus menjadi forum pertanggungjawaban dan ruang dialog terbuka antara pemerintah, akademisi, media, serta masyarakat demi penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas layanan.

Gubernur Melki menyampaikan bahwa hasil survei sebagai cerminan, menjadi masukan serta pembelajaran untuk pembenahan rekomendasi program pembangunan. Beliau mengapresiasi besarnya dukungan, kritik pun saran masyarakat selama setahun kepemimpinan mereka. 

“Capaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini bukanlah angka untuk berpuas diri. Tetapi, menjadi energi dan tanggung jawab moral bagi kami untuk bekerja lebih keras, lebih cepat dan lebih tepat sasaran. Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semuanya, harus terukur dan berdampak bagi kesejahteraan,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Ade Reza Hariyadi sebagai salah-satu penanggap menyebut, tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT merupakan langkah penting untuk melihat prediksi ke depan. Ade menekankan perlunya kapasitas responsif yang profesional, untuk memproyeksikan tantangan-tantangan ekonomi, infrastruktur apalagi kemiskinan. 

Penanggap selanjutnya Rafnel Azhari mengungkapkan, angka kepuasan ini merupakan capaian yang baik untuk tahun awal, menandakan adanya kepercayaan dan harapan pembangunan. Masyarakat memberikan persepsi baik, namun, harus juga diperhatikan hal-hal yang perlu dibenahi. Rafnel juga mengapresiasi kinerja lembaga riset politik ini, karena telah memilih responden dominan masyarakat menengah ke bawah diantaranya peternak, petani dan nelayan.

Dalam diskusi, Gubernur mengungkapkan niatnya untuk menindak tegas setiap oknum yang secara sadar dan sengaja memanipulasi data kemiskinan untuk kepentingan tertentu. Terkait penyelenggaraan PON NTT-NTB, disampaikan tetap dijalankan sesuai kesepakatan, menyesuaikan dengan ketersediaan fasilitas venue. Agar tidak membebani anggaran, venue yang tidak bisa dibangun akan menggunakan fasilitas milik Pemerintah DKI dan Jawa Barat. 

 

 

 

 

 

 

 

Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Lucius Widodo Luly,S.STP,MA
Analis Kebijakan Ahli Muda
Hidup Yang Tidak Diperiksa Ulang, Tidak Pantas Dihidupi (Sokrates, 470-399 SM)

Artikel Lainnya :

Biro Pengadaan Barang dan Jasa

ProvinsiN T TNusa Tenggara Timur
Alamat
Sayap Timur Gedung Sasando Lt.2
Jl. El Tari No.52
Kota
Kupang
Nusa Tenggara Timur
Indonesia